Berdasarkan hasil dari ‘Penelitian Efektivitas Pemasaran Iklan Promosi Pariwisata Korea pada tahun 2016’, yang dilakukan oleh Korea Tourism Organization (KTO) bersama dengan Nielsen Korea, menurunnya jumlah wisatawan China ke Korea Selatan disebabkan oleh antipati China terhadap keputusan penetapan sistem pertahanan rudal Korea atau THAAD (Terminal High-Altitude Area Defense).

Jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Korea Selatan mengalami penurunan sekitar tahun 2016. Padahal di tahun sebelumnya, wisatawan yang berasal dari China mendominasi sekitar 50 persen kunjungan wisatawan asing di Korea Selatan.

Sebagai gantinya, siaran pers dari Korea Tourism Organization ( KTO ) yang diterima pada Jumat (27/1/2017) menyebutkan bahwa jika wisatawan asal Asia Tenggara mengisi kekosongan jumlah dari wisatawan asal China.

Pada tahun 2016 jumlah wisatawan asal Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan yang lainya yang berkunjung ke Korea Selatan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. seperti jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan pada tahun 2015 mencapai 190.000 orang, sedangkan pada tahun 2016 naik menjadi 300.000 orang. latar belakang meningkatnya kunjungan wisatawan Asia Tenggara adalah penyebaran Korean Wave (Hallyu). Khususnya, dengan populernya drama Korea, konsumsi terkait meningkat, dan minat terhadap pariwisata Korea juga semakin besar.

ditemukan niat wisatawan wisatawan Asia Tenggara ke Korea Selatan memang sedang tumbuh, itu terdampak pada penelitian yang dilakukan secara online terhadap 12 ribu responden dari 20 negara di dunia.

Peringkat pertama jumlah wisatawan yang paling sadar akan pariwisata Korea adalah Thailand yang meningkat sekitar 4,5 persen dari tahun 2015, China yang nampak berkurang sekitar 3,5 persen, Indonesia meningkat 7,1 persen, Vietnam meningkat 0,3 persen, dan Hongkong yang meningkat 4,9 persen dari tahun 2015.