Panduan Berwisata Ke Etiopia

Sep - 25 2016 | no comments | By

Bagi anda para petualang, Etiopia dapat menjadi salah satu alternatif destinasi yang bisa anda pilih sebagai tujuan untuk bertualang. Negara yang berada di Afrika ini dapat dikategorikan sebagai negara yang menawarkan paket lengkap bagi para pecinta wisata sejarah, budaya, religi hingga alam.

Kabar baiknya, Etiopia baru saja membuka kantor Kedutaan besar di Indonesia sehingga izin dan informasi beserta paket wisata untuk Etiopia dapat dengan mudah anda peroleh. Berikut ini adalah informasi dan panduan yang bisa anda coba untuk berwisata ke Etiopia yang dimana berasal dari referensi Kedubes Etiopia di Jakarta,
Panduan Berwisata Ke Etiopia

  1. Visa Ke Etiopia
    Tahap awal yang harus dilakukan adalah melakukan pemohonan visa ke Etiopia yang dapat dilakukan di Kedubes Etiopia di Jalan Adityawarman nomor 21, Jakarta Selatan dengan nomor yang dapat dihubungi adalah 021-22776685. Sama seperti pelampiran visa pada umumnya, anda yang ingin melakukan pemohonan Sbobet mobile visa dapat membawa syarat dokumen. Untuk detailnya anda bisa menghubungi terlebih dahulu Kedubes Etiopia untuk mengetahui persyarata yang ditentukan.
  2. Penerbagan Ke Etiopia
    Hingga tahun 2016, masih tidak tersedia penerbangan langsung ke Etiopia dari Indonesia. Anda harus melakukan penerbangan ke Malaysia yakni Kuala Lumpur dan beralih menggunakan Ethiopian Airlines atau maskapain lainnya yang menuju Bole International Airport, Addis Ababa, Etiopia.

    Untuk reguler season atau penerbangan diluar jadwal liburan, tiket ke Etiopia di banderol seharga Rp 6 juta untuk sekali perjalanan dari Kuala Lumpur.

  3. Akomodasi
    Akomodasi di Etiopia tergolong mudah karena terdapat berbagai variasi penginapa mulai dari bintang lima hingga lodge atau rumah kayu. Informasi lengkap mengenai penginapan dapat dilihat di menu pemesanan akomodasi yang terdapat di situs Kedubes Etiopia di Indonesia.
  4. Transportasi
    Kedubes Etiopia di Indonesia menyarankan operator tur dan pemandu lokal yang terpercaya untuk perjalanan ke Etiopia. Mengenai transportasi, anda dapat menghubungi beberapa operatur tur lokal yang dapat diakses pada situs resmi Ethiopian Tour Operators Association atau ETOA. Situs tersebut merupakan situs yang dimiliki oleh asosiasi operator perjalanan Etiopia sehingga cukup terpercaya,

    Rental mobil dapat menjadi pilihan anda jika mencari transportasi di Etiopia terutama terdapat cukup banyak objek wisata di Etiopia yang tersebar diberbagai lokasi.

  5. Tahun dan Jam yang Berbeda di Etiopia
    Hal yang harus dicermati adalah tahun dan jam yang berlaku di Etiopia. Pada saat ini tahun di Etiopia masih menunjukan tahun 2009. Hal ini dikarenakan Etiopia menggunakan sistem penanggalan Teman Judi khusus yang disebut dengan Ethiopian Orthodox Church.

    Kalender Etiopia tersebut memiliki 13 bulan dengan bulan ke-13 tersebut memiliki 35 hari. Selain itu untuk jam sendiri, Etiopia juga berbeda karena mereka menghitung 6 jam lebih cepat dari waktu East Africa yang digunakan oleh negara tertangga Etiopia. Sebagai contohnya, jika East Africa Time menunjukkan jam 8 pagi maka jam Etiopia akan menunjukan jam 2 dini hari.

    Matahari biasanya terbit pada jam 1 pagi waktu Etiopia dan tenggelam pada jam 12 siang. Sebaiknya anda memperhatikan sistem waktu ini karena aka mempengaruhi jadwal pemesanan hotel, transportasi berikut dengan rencanan perjalanan anda di Etiopia.

Sejarah Menara Jam Swiss yang Mengubah Waktu

Sep - 21 2016 | no comments | By

Bern – Menara jam bernama Zytglogge di Swiss, tidak hanya mampu menjadi landmark dari Kota Bern sendiri. Konon menara jam judi togel tersebut juga telah mengubah persepsi manusia akan waktu.

Dibangun pada tahun 1530 yang lalu, menara jam Zytglogge memang dikenal sebagai jam astronomi sekaligus objek wisata di kota Bern. Dalam sejarahnya, menara jam itu bahkan sempat telah menjadi menara penjaga hingga penjara juga.

Dalam perjalanannya itu, menara jam Zytglogge telah diurus langsung oleh seorang teknisi yang bernama Markus Marti yang telah berhasil mendedikasikan sekitar 40 tahun umurnya untuk membuat jam tersebut agar tetap berdetak. Kisahnya pun banyak diberitakan oleh BBC dan dilansir oleh detikTravel, pada Selasa (20/9/2016).

Setiap harinya Marti bersama dengan satu atau dua asistennya harus tetap mengatur pergerakan jarum jam Zytglogge yang difungsikan secara manual itu. Tentunya hal itu bukanlah perkara yang mudah. Marti pun sampai pernah dijuluki sebagai ‘Gubernur Waktu’ atas dedikasinya atas pekerjaan tersebut.

“Ketika saya lagi sendiri, saya tetap memikirkan waktu, mengapa kadang waktu terasa begitu lambat dan kadang begitu cepat berlalu?” ujar Marti.

Di kalangan wisatawan sendiri, tak sedikit yang sengaja datang dan berkumpul di menara jam Zytglogge http://www.teman4d.com tersebut. Mayoritas menunggu suara dan pertunjukan dari jam Zytglogge yang sangat interaktif pada waktu-waktu tertentu. Misalnya saat jarum pendek dan panjangnya jatuh pada angka 12.

Terlepas dari fakta-fakta sejarah dan popularitasnya, menara jam Zytglogge juga telah berhasil menginspirasi ilmuwan Albert Einstein untuk menemukan teori relativitas yang sangat dikenal dunia dalam ilmu fisika.

Konon inspirasi itu didapat oleh Albert Einstein ketika setelah ia mendengar bunyi jam tersebut pada bulan Mei 1905 silam. Enam minggu setelahnya itu, Einstein pun berhasil menyelesaikan jurnalnya yang membahas tentang teori relativitas.

Bagi masyarakat Bern sendiri, setiap detik bunyi dari jam Zytglogge seakan turut mengiringi pergerakan setiap individunya selama lebih dari 500 tahun yang lalu. Setiap momen yang dilewati oleh masyarakat kota Bern, selalu ditemani oleh suara denting dari jam Zytglogge.

Berkunjung ke kota Bern dan melihat menara jam Zytglogge tersebut, tentu ada hal-hal menarik yang bisa dipetik oleh traveler. Waktu akan selalu berputar, jadi nikmatilah Teman 4D setiap detik dan langkah dari kehidupan Anda di dunia ini.

Traveler ini Dijatuhi Hukuman Setelah 3 Minggu Tidur di Changi

Sep - 20 2016 | no comments | By

Singapura – Seperti kisah dalam film The Terminal-nya yang diperankan oleh Tom Hanks, seorang traveler juga tinggal selama 3 minggu di Bandara Changi, di Singapura. Dia lalu kemudian dipenjara, karena tindakannya ilegal tersebut.

Kisah dalam film The Terminal yang juga dibintangi Tom Hanks mungkin jadi inspirasi bagi traveler satu ini. Traveler ini telah kedapatan tinggal di Bandara Changi, Singapura selama hampir lebih 3 minggu atau sekitar 18 hari. Traveler tersebut diketahui bernama Raejali Buntut, yang berusia 33 tahun dari Malaysia.

Kisah Raejali kini menghiasi pemberitaan beberapa media di negara Singa ini. Seperti juga media Straight Times, yang dilihat oleh detikTravel, pada Selasa (20/9/2016), yang memberitakan bahwa Raejali Buntut mulai tinggal di dalam Bandara Changi sejak Minggu pada (21/8) bulan lalu.

Raejali diketahui mulai tinggal di Bandara Changi, setelah ia ketinggalan pesawat AirAsia yang akan membawanya kembali menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia. Raejali memang bisa keluar masuk Executive Lounge di tiga terminal berbeda di Bandara Changi karena ia menggunakan boarding pass maskapai Cathay Pasific dan juga Singapore Airlines palsu.

Raejali Buntut mampu mengedit sendiri boarding pass dengan menggunakan software yang ada di laptopnya, dengan destinasi, nomor penerbangan, tanggal penerbangan, dan nomor kursi yang berbeda selama 3 minggu terakhirnya. Dia juga memanfaatkan boarding pass palsu ini untuk makan hidangan yang sudah disediakan di sekitar area Executive Lounge.
Selain itu juga dia juga ikut menggunakan fasilitas kamar mandi nyaman di lounge tersebut. Sementara untuk keperluan tidur, Raejali Buntut memilih kursi di area ruang tunggu bandara Changi. Total sudah 31 buah boarding pass palsu yang dibuat oleh Raejali Buntut untuk bisa keluar masuk ke Executive Lounge Bandara Changi, Singapura.

Sayangnya, petualangan Raejali Buntut harus berakhir juga di tangan polisi karena tertangkap basah saat ia sedang melakukan aksinya. Raejali Buntut ditahan setelah petugas keamanan merasa curiga dengan gerak-geriknya.

Adalah mantan manajer pengembangan bisnis di salah satu perusahaan Royale Consultant Singapura ini pun dijatuhi hukuman penjara selama dua minggu, pada hari Jumat (16/9) lalu. Beruntung Raejali Buntut hanya dijatuhi hukuman selama 2 minggu saja. Dia bisa saja diancam penjara selama 4 tahun, dan membayar denda yang cukup besar atas semua aksinya itu.

Sayangnya, pihak pengadilan Singapura juga tidak membeberkan alasan kenapa Raejali Buntut memutuskan untuk tetap tinggal di dalam area bandara Changi. Setelah menjalani masa hukuman, Raejali Buntut akan dideportasi kembali ke negaranya, Malaysia. Wah ada-ada saja!

Danau Cantik Mirip di Swiss Ini Ada di Bandung

Sep - 19 2016 | no comments | By

Bandung – Danau indah yang memantulkan warna biru langit, air yang cukup tenang dan perbukitan nan hijau. Anda memang bukan sedang berada di Swiss, tetapi di Situ Cisanti, di Kabupaten Bandung.

Swiss memang terkenal dengan danau-danaunya yang menawan. Namun di sekitar Bandung juga terdapat banyak danau-danau yang cantik. Sebuat saja Danau Situ Ciburuy atau dikenal juga dengan nama Situ Patenggang, itu mungkin sudah banyak orang yang tahu, tetapi bagaimana dengan Situ Cisanti di Kertasari, di Kabupaten Bandung ini?

Ayolah sekali-kali datang ke sana, karena danau ini tidak kalah cantiknya dengan danau di Swiss. Teman Poker99 berkesempatan untuk berkunjung ke Situ Cisanti di Desa Tarumajaya, di Kecamatan Kertasari, di Kabupaten Bandung, pada hari Minggu (18/9/2016).

detikTravel ke sana bersama dengan para anggota komunitas detikTravel yang disebut dan dikenal dengan d’Traveler. Di Situ Cisanti menampakan kecantikannya yang sempurna dan luar biasa ketika ia bermandikan cahaya mentari pagi.

Inilah suasana yang dapat Anda nikmati di danau seluas 5 hektar ini di pagi hari nan sejuk. Matahari masih bersinar dengan begitu lembut, permukaan air yang begitu tenang nyaris tanpa riak terlihat. Hawa sejuk nan segar juga mengisi paru-paru kita saat kita berada di sana.

Dalam bidikan kamera digital, permukaan danau yang luas ini bagaikan saja cermin raksasa yang ikut memantulkan keindahan. Foto-foto pemandangan bergaya refleksi situs poker di sekitar sini, sangatlah cakep sekali hasilnya.

Terdapat beberapa spot yang menarik di sini, yang ada bendungannya yang menjadi pintu air sebelum ke Situ Cisanti mengalir menjadi Sungai Citarum yang panjangnya sangat meliuk-liuk yaitu sekitar 300 km sampai ke Karawang. Terdapat lagi semacam dermaga terbuat dari kayu yang sangat asyik buat spot foto yang tentunya instagrammable.

Sepagi itu, sudah tampak beberapa warga desa yang sedang memancing ikan. Sementara di ujung danau, terlihat ada plang raksasa setinggi 4 meter bertuliskan ‘Kilometer 0 Citarum’. Berfoto bersama di tempat ini memang asyik banget!

Oh iya juga, ada juga mata air yang konon ajaib lho, berkhasiat mudah jodoh serta petilasan Dipati Ukur, yaitu Bupati Bandung di abad ke-17 yang melawan tentara Belanda. Ada juga tukang jajanan seperti cilok dan tahu bulat untuk teman mengemil, tapi ingat jangan buang sampah sembarangan.

Tahukah kamu?, bahwa kecantikan ini tinggal memang 20 persen dari yang seharusnya. Jadi mestinya danau ini lebih cantik lagi. Perbukitan yang tampak hijau, tetapi namun hanya rumput yang di sana, pepohonannya jarang akibat adanya penggundulan.

Danaunya memang indah, namun telah mengalami pendangkalan akibat erosi tanah yang dulunya turun dari perbukitan yang sempat gundul tadi. Dikatakan sempat gundul, karena memang Situ Cisanti sejak 10 tahun terakhir sedang dalam tahap penghijauan kembali agar kembali seperti semula.

Mudah-mudahan ke depannya, Situ Cisanti dapat kembali pulih seutuhnya. Perbukitannya akan penuh pohon, danaunya kembali bersih dan mata airnya deras mengalir. Itulah sekelumit harapan kami ketika kaki ini melangkah pulang kembali ini.

Botram: Pesta Makan Dengan Daun Pisang

Sep - 19 2016 | no comments | By

http://images.detik.com/visual/2016/09/17/800fffa3-77f8-45ac-8ec1-393bf40f6f83.jpg?w=455&q=90

Bandung – Piknik belum akan terasa lengkap jika dengan makan bersama. Nah pada makan siang kali ini, Piknik Goes To Citarum akan menyajikannya ala Botram.

Botram merupakan suatu acara makan khas bersama ala masyarakat Sunda. Acara makan ini biasanya seperti acara makan bersama pada umumnya.

Namun yang membuat beda adalah alas sebagai tempat makannya. Acara Botram tidaklah menggunakan piring, tetapi menggunakan daun pisang sebagai alasnya.

Daun pisang sejatinya diletakkan memanjang. Kemudian peserta akan duduk di pinggir daun pisang. Makanan yang disediakan akan diletakkan di atas daun pisang. Peserta secara bersama-sama melahap makan siang di atas daun pisang tersebut.

“Ini acara namanya Botram. Makan bersama dengan menggunakan alas daun pisang,” tutur Kang Agus, adalah tokoh masyarakat setempat, pada hari Sabtu (17/9/2016).

Lauknya terdiri atas ayam, tahu, beserta lalapan, kerupuk dan juga sambal yang enak. “Ini enak banget sambelnya,” tutur Syifa.

Sebagian besar dari peserta memang baru pertama kali merasakan Botram. Terlihat antusiasme para peserta yang mengabadikan acara makan siang ala Botram ini. Tetapi ada juga yang langsung makan saja, tanda kelaparan layaknya.

Keakraban akan semakin terlihat. Sembari makan para peserta juga asik bersenda gurau. Piknik Goes To Citarum ini benar-benar menyatukan para traveler.

1 2 3 7